× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#OPINI

Teralienasi dan Kehilangan Esensi

Dalam kehidupan manusia modern cirinya hanya satu, teknologi.
Teralienasi dan Kehilangan Esensi
Gambar ilustrasi, pixabay.com

25/05/2020 · 3 Menit Baca

Secara praktis Internet dapat membantu membangun masyarakat yang lebih kuat di seluruh dunia. Hal ini merupakan salah satu dampak positif terbesar ketika terkait dengan kesadaran dan persatuan seluruh masyarakat. Ini tidak terlepas dari aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari yang kerap ditunjang dengan teknologi informasi itu sendiri, yang membantu pekerjaan jadi lebih cepat--menghemat waktu. 

Kenapa internet begitu membantu dalam membangun masyarakat dunia, mari kita ambil contoh dalam dunia pendidikan saat ini, berbeda dengan masa lalu di mana hanya sebagian kecil pelajar yang memiliki akses untuk dapat memperoleh ilmu sekaligus wawasan karena keterbatasan sumber. Saat sekarang ini internet hadir untuk membantu pelajar dalam memperoleh ilmu pengetahuan serta wawasan seluas-luasnya, segala bentuk literasi pendidikan hingga buku online dapat diperoleh lewat internet.

Dengan internet, masyarakat dalam dunia usaha seperti halnya situs belanja online, bisnis online, internet marketing sangat pesat dan tentu, sekali lagi, sangat membantu. Internet bukanlah menjadi sesuatu yang asing lagi di kalangan masyarakat, penggunanya pun dari berbagai kalangan dan usia.

Dalam masyarakat sekarang, teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu religion. Pengembangannya dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja hal tersebut sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Kenapa demikian? Sebab teknologi merupakan kepercayaan baru dalam masyarakat, ketergantungan dalam melakukan segala aktivitas yang hanya digerakan serangkaian teknologi. 

Relasi yang terbangun antara individu adalah relasi pertukaran digital, kita melakukan serangkaian transaksi atau interaksi hanya dengan simbol-simbol digital pada teknologi, mulai dari transaksi perdagangan, komunikasi, informasi semuanya digerakan secara digital.

Setiap individu manusia telah diberi nomor urut: melalui nomor identitas (e-KTP), nomor handphone, nomor rekening bank, rekening listrik, rekening air, nomor ATM, PIN (Personal Identification Number), yang kesemuanya menggunakan simbol digital yang terdaftar dalam sistem teknologi.

Interaksi antar manusia dengan teknologi serba digital: computer, internet, mesin ATM, telepon, handphone, dan sebagainya, semuanya digerakan secara digital. Kita dapat membeli sesuatu hanya dengan menggunakan kartu ATM dan menekan beberapa nomor PIN, demikian halnya untuk membayar tagihan, membeli tiket dan sebagainya. Pengiriman uang dapat dilakukan dengan hitungan detik hanya dengan menekan beberapa digit nilai uang yang akan dikirim dan beberapa digit nomor rekening tujuan. Bukan uang yang dikirim, melainkan hanya sederet angka yang berpindah dari rekening ke rekening yang lain (Martono,2012,p.292)

Dalam kehidupan manusia modern cirinya hanya satu yaitu adalah teknologi. Di sini, peran manusia tak lagi menonjol, lebih populer pada teknologinya, saat Agnes Monica mempromosikan Handphone yang dilihat oleh masyarakat modern adalah handphone bukan pada kecantikan seorang Agnes. Karena peran manusia tak lagi menonjol, konsekuensinya manusia teralienasi dari sisi kemanusiaanya. Jadi, kita tidak bisa mengekspresikan sisi manusia kita sepenuhnya karena teknologi. 

Para kawula muda semakin jarang untuk sekedar ikut urusan rapat kampung, apalagi bergabung di karang taruna. Begitu pula dalam keluarga terdapat jarak komunikasi, keakraban dan keintiman antara orang tua dan anak sebab gadget menjadi perangkat yang tak terlepaskan, segala kelancaran sarana tidak meningkatkan komunikasi antar manusia, melainkan mengisolasi tiap individu. 

Kehadiran teknologi juga menghilangkan esensi daripada alam dan merusak lingkungan sekitar, kita sebagai manusia yang tunduk pada teknologi tak sadar akan hal ini. Saya beri alasan kenapa teknologi dapat merusak lingkungan dan menghilangkan esensi alam untuk kehidupan manusia, yaitu: Teknologi Bio Energi dengan penagkapan dan penyimpanan karbon (BECCS) adalah sebuah teknologi, di mana pohon dan tanaman dimanfaatkan dalam sistem pembangkit tenaga listrik untuk menyimpan karbon. Akan tetapi, teknologi ini secara langsung memproduksi emisi negatif, yang bisa menghapuskan gas CO2 dari atmosfer. 

Dunia menjadi asing sebagaimana dirinya mulai terasing dari sesama manusia dan alam, teknologi yang telah berubah lebih destruktif dan membuat manusia kehilangan kemanusiaannya. Umat manusia menjadi terasing dari dunia yang seharusnya mereka nikmati dan kuasai. Namun, meskipun menjadi penderita, manusia tetaplah yang paling layak untuk disalahkan.

Marx mengungkapkan sejarah manusia adalah sejarah perkembangan manusia yang terus meningkat dan pada saat yang bersamaan juga memperparah Alienasi. Ia juga menambahkan bahwa penciptaan tekhnologi memang benar sebagai alat bantu manusia, dan segala penciptaan alat bantu adalah godaan yang membingungkan, serta perangkap yang membuat manusia menyerah dan tunduk, lagi-lagi faktanya, eksistensi manusia telah teralienasi dari esensinya.

Kita tidak lagi bermain pada fungsi sebagai manusia tapi lebih banyak main gengsi teknologi, pada kalimat Marx di atas harusnya teknologi itu bikin kita mudah tapi karena kita telah dijajah teknologi, kita yang melayani teknologi. Kasarnya, kita punya robot yang seharusnya membuat hidup kita lebih ringan, tapi begitu punya robot justru kita lebih sibuk memelihara robot.

Seiringnya manusia ingin memperoleh kebebasan, justru makin membawa manusia pada keterasingan. Manusia menjadi terpisah dari asal mereka dan terasing satu sama lain, karena terjajah teknologi. Keterasingan Jiwa adalah kegagalan fatal dalam membangun hubungan yang harmonis antara kehidupan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Ada sebuah semboyan lama yang mulai terdengar kebenarannya “sesuatu yang mungkin, harus dilakukan“, Jika memang mungkin perangkat elektronik mampu menggantikan manusia untuk menyelesaikan masalah, maka harus diciptakan segala peranti penyokongnya, sekalipun resikonya merusak tatanan sosial kehidupan manusia. intinya adalah semua urusan nilai-nilai dicampakkan, kemajuan teknologi menjadi dewa baru yang menjadi dasar segala bentuk etika.

Sepotong teori Fromm yang mengatakan: “Sebagai satu-satunya hewan yang memiliki kesadaran diri, imajinasi, dan akal fikiran, manusia adalah suatu keganjilan dalam alam semesta. Akal fikiran bisa jadi kutukan sekaligus anugrah. Akal pikiran bertanggung jawab atas timbulnya perasaaan keterasingan, namun juga merupakan proses yang membiarkan manusia bersatu kembali dengan dunia.”


Share Tulisan Revelyno M. Hitiyahubessy


Tulisan Lainnya

Waria Kampung Duri di Tengah Pandemi

#SOSOK - 28/11/2020 · 15 Menit Baca

Sedang Tuhan Terus Merenangkan Ikan

#SASTRA - 28/11/2020 · 3 Menit Baca