× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#LINGKUNGAN

Mengenal Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat

Kunci keberlanjutan sumberdaya alam dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Pekerja Lingkungan
Mengenal Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat
Tari Seka dari Kabupaten Kaimana. Foto: Nita Johana

18/06/2020 · 3 Menit Baca

Pada tanggal 19 Oktober 2015, Gubernur Papua Barat dan para Bupati, Walikota se-Papua Barat dengan disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia telah mendeklarasikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. Inisiatif ini lahir untuk melindungi dan mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan yang menjadi modal dasar pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Papua Barat, serta menyadari kenyataan bahwa pembangunan yang menitikberatkan pada pemanfaatan sumberdaya alam belum memberikan manfaat langsung bagi kebanyakan masyarakat di Papua Barat.

Komitmen untuk menjadi Provinsi Konservasi, yang kemudian berevolusi menjadi Provinsi Pembangunan Berkelanjutan telah menghasilkan Kebijakan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Pembangunan Berkelanjutan, di mana Perdasus ini sudah mendapatkan pengesahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2019. Pembuatan kebijakan Pembangunan Berkelanjutan akan menghubungkan perencanaan pemerintah dengan siklus anggaran dan para lembaga pelaksana serta departemen, dengan tujuan dan target pembangunan keberlanjutan yang jelas.

Kebijakan ini mendukung mata pencaharian lokal, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, dan melindungi keanekaragan hayati yang signifikan secara global, serta jasa ekosistem (termasuk penyerapan karbon) sebagai landasan utama pembangunan. Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan memberikan peluang dan menuntut peran strategis bagi pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, guna memastikan agar pengelolaan sumberdaya alam sebagai modal pembangunan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat, terutama masyarakat adat antar generasi.

Apa itu Perdasus Pembanguna Berkelanjutan?

Kebijakan inisiatif Pembangunan Berkelanjutan dilatarbelakangi oleh Ppaua Barat diberkahi kekayaan alam dan keanekaragaman ekosistem yang luar biasa melimpah, diantaranya hutan, pantai, terumbu karang, danau dan sungai, serta gletser tropis. Keanekaragaman hayati Tanah Papua adalah setengah dari total jumlah keanekaragaman hayati Indonesia, secara khusus flora dan fauna endemik yang hanya dijumpai di Tanah ini. Tidak hanya itu, Tanah Papua juga kaya akan sumberdaya alam berupa bahan tambang beragam gas dan mineral serta kaya akan budaya dan adat istiadatnya, tercatat sekitar 265 bahasa lokal yang melambangkan kesuku-suku yang ada dengan kearifan lokalnya.

Seiring dengan perkembangan wilayah, penyelenggaraan pembangunan di Papua Barat menghadapi banyak tantangan. Arus modal dan industrialisasi yang berkembang sangat cepat sebagai akibat dari tuntutan pembangunan telah mengancam kelestarian sumberdaya alam baik yang ada di daratan maupun di perairan dan bahkan juga mengancam hak-hak masyarakat adat.

Perlu upaya yang sungguh-sungguh untuk memastikan kekayaan alam dan sosial budaya tersebut dapat dilindungi dan dilestarikan. Inisiatif Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan adalah kesempatan untuk menetapkan sebuah paradigma pembangunan berkelanjutan yang baru, sebuah jalur kebijakan yang bertujuan untuk menyeimbangkan peluang dan mengurangi resiko.

Hal itulah yang menjadi alasan kuat untuk inisiatif Pembangunan Berkelanjutan. Inisitif Pembangunan Berkelanjutan bukan satu-satunya cara, tetapi merupakan salah satu cara dan kesempatan untuk menetapkan strategi pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan menyeimbangkan pengelolaan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara bersama-sama. Filosofi ini mengacu pada konservasi yakni menjaga keseimbangan hidup manusia terhadap alam, dimana konteks pembangunan berkelanjutan akan mengakomodir seluruh bidang kehidupan.

Dalam Perdasus Pembangunan Berkelanjutan terdapat 4 prinsip utama yang menjadi dasar pembangunan yang mencakup:

  1. Perlindungan lingkungan hidup demi menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat hukum adat Papua Barat dan kehidupan umat manusia pada umumnya;

  2. Perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati demi menjamin keseimbangan ekologi dan kelangsungan proses-proses kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa;

  3. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan demi menjamin kualitas kehidupan generasi mendatang; dan

  4. Pemulihan lingkungan hidup dan pengelolaan ekosistem penting yang telah terdegradasi.

Sedangkan kebijakan kunci yang dituangkan dalam Perdasus Pembangunan berkelanjutan adalah:

  • Memastikan kesejahteraan masyarakat Papua dengan menetapkan landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan yang mengakui dan memelihara modal alam sekaligus mendukung masyarakat adat;

  • Melindungi hak-hak adat atas sumber daya alam, untuk mendukung mata pencaharian berbasis sumber daya dalam jangka panjang;

  • Pengembangan industri yang selaras dengan visi konservasi dan berkelanjutan, dimana industri ekstratif atau pembangunan skala besar menerapkan cara terbaik dengan prinsip-prinsip berkelanjutan;

  • Keanekaragaman hayati global yang signifikan dilindungi dan dilestarikan melalui mekanisme formal dan informal. Pengelolaab keanekaragaman hayati termasuk spesies endemik, terancam, dan karismatik demgan nilai wisata juga mempertimbangkan dan menjawab perubahan iklim, serta melindungi cadangan karbon;

  • Melindungi lingkungan perairan, lautan, muara, hutan melalui sebuah jejaring kawasan konservasi yang efektif dan multiguna, yang mendukung ketahanan pangan dan mata pencaharian alternatif masyarakat.

Manfaat Perdasus Pembangunan Berkelanjutan

Melalui Perdasus Pembangunan Berkelanjutan, pemerintah daerah, masyarakat adat dan para pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja sama untuk memastikan pengelolaan keanekaragaman hayati baik di darat ataupun di laut terjaga kelestariannya. Sumber daya alam di Provinsi Papua Barat akan dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan demi kehidupan generasi mendatang.

Kebijakan ini juga termasuk memperdayakan orang asli Papua melalui perlindungan hak-hak atas sumber daya alam dan penyediaan pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Dengan luasan wilayah 140.376 km2 dan tercatat sekita 265 bahasa lokal dan merupakan rumah bagi 870.000 orang, maka pengesahan Perdasus Pembangunan Berkelanjutan adalah kemenangan atas hak sumber daya alam di Provinsi Papua Barat.

Perdasus Pembangunan Berkelanjutan juga merupakan pelaksanaan Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan (Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development) oleh Perserikatan Bangsa-bangsa yang berisi 17 tujuan dan 169 sasaran, di mana keanekaragaman hayati dan iklim global mendapat perhatian serius terutama pada tujuan 13, 14, dan 15.

Sebagai bagian dari masyarakat global yang telah bersama-sama berkomitment untuk mengelola dan melestarikan keanekaragaman hayati demi kesejahteraan umat manusia. Persasus Pembangunan Berkelanjutan juga membantu pemerintah Indonesia yang berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen di tahun 2030. Selain itu, juga menjadi bentuk dukungan untuk mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.


Share Tulisan Nita Johana


Tulisan Lainnya

Hujan

#ESAI - 05/07/2020 · 3 Menit Baca

Dari Boku Madoto ke Bisoa

#SASTRA - 04/07/2020 · 1 Menit Baca

Marah Sudah, Kapan Copot Terawan?

#POLITIK - 03/07/2020 · 3 Menit Baca