× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Ombak yang Bertanya kepada Ruang kepada Semang

Puisi, Abi N. Bayan.
Ombak yang Bertanya kepada Ruang kepada Semang
Ilustrasi: Pantai Supu, Loloda. Foto Sendiri.

23/06/2020 · 3 Menit Baca

BERBAHAGIALAH KITA YANG TINGGAL DI HALMAHERA

Berbahagialah  kita yang tinggal di Halmahera
saat ke laut--------- ombak-ombak menggunung
ke sungai-sungai ikan dan udang-udang berguling

pisang, ubi, dan singkong di tanah rata dan gunung-gunung
di rawa-rawa----- sagu dan sayur tumbuh berimbun-rimbun.

Berbahagialah kita yang tinggal di Halmahera
di dadanya sungai-sungai berair
di samuderanya ikan-ikan mengalir
di daratannya, kita tenggelam
oleh embun, pepohonan, dan dedaunan.

Berbahagialah kita yang tinggal di Halmahera
siang di bukit, malam di laut
malam di teluk, siang kita di peluk.

Berbahagialah kita yang tinggal di Halmahera
saat kota-kota jadi iba Halmahera tetap jadi ibu.

Supu, 2020.

 

LANGIT ABU-ABU

1/
Langit abu-abu
rindu dabu-dabu

pedis-kah tarada?
Pedis.

2/
Ikan seka-seka
rindu berdepa-depa

di dada ia berdebar-debar
di mata ia berdebur-debur.

Supu, 2020.

 

PASIR PUTIH

Pantai yang kau kagumi itu
tempat ibu menanam gumi
dari kecil sampai saya bergu'umi
ia selalu dan tetap--- menjadi umi.

Supu, 2020.

*gumi: singkong
*bergu’umi: berkumis.

 

DARI BATOBO KE BATIBO

Dari batobo ke batibo
kita belajar menggulung nilong
kita belajar memegang dayung
kita belajar membuang jaring.

Dari batobo ke batibo
kita belajar sebelum berlayar
kita belajar tanpa membayar
kita belajar sampai basuar.

Dari batobo ke batibo
kita pulang mengulang-ngulang
laksana ombak kepada rijang.

Galela, 2020.

*batobo: bermandi
*batibo: berenang
*basuar: berkeringat.

 

BERLAYAR DAN MEMBAYAR

1/
Di laut biru aku berlayar
di bukit hijau aku membayar.

2/
Angin bertiup daun-daun bergesek
angan pergi sejauh-jauhnya
ingin pulang sedekat-dekatnya.

3/
Di atas bukit keringat jatuh
ke laut biru, oh asyiknya.

4/
Di belakang mama ada saloi
di bahu papa pisang dan mangga
meski papa telah lama pergi
itu kenangan selalu di kening.

5/
Aku ini anak petani
angin bertiup aku menari
di bukit-bukit aku bernyanyi.

6/
Tigalu adalah laguku
balu adalah lagumu
kadang juga laguku.

7/
Di puncak ini aku ber-tigalu,
apakah di sana kau mendengar laguku?

Supu, 2020.

*tigalu: panggilan ketika di hutan
*balu: balasan panggilan.

 

KEMBALI KE BUKIT

Angin kembali bertiup
daun kembali bergesek
saya-pun menutup mata

dan kurasa
keringat bertahun-tahun itu
kini berenang- di tubuh saya.

Saya kembali membuka mata
dan betapa--gembiranya saya
ketika menyaksikan benih
yang kutanam dahulu, kini
daun-daunnya rimbun di mata saya.

*Wui, ngona kiakah?
Ngohi kana, ponga madokukah.
*kamu di mana? Saya di sini, di atas bukit.

Supu, 2020.

 

OMBAK YANG BERTANYA KEPADA RIJANG KEPADA SEMANG

1/
Aku pulang kemudian bertanya kepada Rijang
berapa banyak ombak datang ketika aku di tanah rantau?

Tapi ia diam seperti dahulu------tak juga seperti di lampau.

2/
Aku pulang kemudian bertanya kepada Semang
apa yang paling kau harapkan---saat angin
bertiup kencang dan langit  sebiru laut?

Aku harap hujan turun,
meski di tengah gelombang—
basah hujan bukanlah pilihan.

Aku tak puas dan kembali bertanya,
apa yang paling kau harapkan
saat hujan turun dan ikan-ikan tak lagi makan?

Aku harap hujan semakin deras,
agar benih yang kutanam di bukit kemarin
bisa tumbuh------ dan besar dengan subur.

Bukankah tanpa hujan, Halmahera tetap subur?

Seperti Indonesia,
yang subur tanahnya,
bukan manusianya.

Galela, 2020.


Share Tulisan Abi N. Bayan


Tulisan Lainnya

Hujan

#ESAI - 05/07/2020 · 3 Menit Baca

Dari Boku Madoto ke Bisoa

#SASTRA - 04/07/2020 · 1 Menit Baca

Marah Sudah, Kapan Copot Terawan?

#POLITIK - 03/07/2020 · 3 Menit Baca