× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#OLAHRAGA

Sevilla Masih Raja Liga Europa, Bukan Inter atau MU

Sevilla punya sesuatu yang tidak dimiliki Inter dan MU.

Freelancer
Sevilla Masih Raja Liga Europa, Bukan Inter atau MU
uefa.com

22/08/2020 · 1 Menit Baca

Bukan Inter Milan atau Manchester United, tapi Sevilla yang akhirnya menjadi juara Liga Europa musim 2019/2020. Di final klub Andalusia itu mengalahkan Inter 3-2 melalui pertarungan sengit 2x45 menit.

Sebelum laga final di Rhein Energie Stadion, Cologne, Jerman digelar, Inter dan MU lebih dijagokan bertemu di partai puncak. Wajar, jika mengingat Inter dan MU lebih memiliki kedalaman skuad dibanding wakil Spanyol itu. 

MU telah menghabiskan 200 juta pound untuk merombak skuatnya agar lebih kompetitif. Sementara Inter yang musim ini dibesut eks manajer Chelsea, Antonio Conte berbenah dengan mendatangkan pemain jebolan klub Liga Inggris. Tak heran jika ada nama Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, Victor Moses dan Christian Erikson di skuad Nerazzurri musim ini.

Tapi Sevilla punya sesuatu yang tidak dimiliki Inter dan MU, pengalaman bermain di final Liga Europa. Pengalaman lima kali tampil di final kompetisi kasta kedua Eropa adalah senjata rahasia mereka. Lima kali mencapai final dan lima kali menjadi juara, bahkan tiga diantaranya dimenangi secara beruntun dalam rentang 2014-2016. 

Sebelum Sevilla mengunci satu tiket final, banyak yang membayangkan final ideal adalah MU kontra Inter. Kedua tim itu dianggap layak bertarung ketat di partai puncak. Namun untuk merealisasikan final impian itu, ada dua syarat yang harus dipenuhi, Inter menyingkirkan Shakhtar Donesk dan MU mengalahkan Sevilla di semifinal. 

Syarat pertama bisa terpenuhi tanpa hambatan berarti karena Inter menang telak. Inter mengantongi tiket ke final setelah pesta pora dengan menggelontorkan lima gol tanpa balas ke gawang Shakhtar Donetsk. Dari lima gol Inter ke gawang wakil Ukraina itu, dua diantaranya dibukukan eks striker MU Romelu Lukaku. 

Kemenangan ini menghidupkan harapan Inter untuk mengakhiri paceklik gelar kompetisi Eropa. Pasalnya, Inter sudah puasa gelar sejak memenangi trofi Liga Champions musim 2009/2010. Bahkan di Liga Europa, terakhir kali Nerazzurri menjadi juara ketika ajang itu masih bernama Piala UEFA musim 1997/1998.

Namun final impian Inter kontra MU gagal terwujud setelah Setan Merah menuai hasil buruk saat melawan Sevilla. MU yang digadang-gadang bisa mengatasi perlawanan Sevilla malah tumbang. Sempat unggul lewat gol Bruno Fernandes yang memang spesialis eksekutor penalti, skuad Ole Gunnar Solskjaer dipaksa menyerah dengan skor akhir 1-2. Dua gol balasan Sevilla yang dicetak Suso dan Luuk de Jong mengubur mimpi skuad MU reuni dengan Romelu Lukaku, Alexis Sanchez dan Ashley Young di final.

Pengalaman Sevilla di Liga Europa telah membentuk mental juara yang kuat. Saat tertinggal dari gol Bruno Fernandes, mental anak asuh Julen Lopetegui tidak terpuruk. Sebaliknya, mereka seperti termotivasi untuk membalikkan keadaan dan menyudahi pertandingan dengan kemenangan. 

Di final, mental juara Sevilla kembali berperan besar dalam mambalikkan keadaan. Sama dengan situasi di laga semifinal, Sevilla sempat tertinggal labih dulu setelah Inter mendapat hadiah penalti, menyusul pelanggaran terhadap Romelu Lukaku di kotak terlarang. Striker Belgia itu maju sebagai eksekutor dan sukses menyarangkan bola ke pojok kanan gawang Yassine Bounou.

Gol itu seolah membangunkan Sang Raja dari tidurnya. Lewat brace Luuk de Jong, Sevilla berbalik unggul 2-1 sebelum diseimbangkan Diego Godin menjadi 2-2 jelang turun minum. Carlos Diego akhirnya menjadi pahlawan kemenangan Sevilla. Bola temdangan saltonya membentur Romelu Lukaku sebelum meluncur deras masuk ke gawang Samir Handanovic. Sevilla menang 3-2. 

Kemenangan atas Inter semakin menegaskan dominasi Sevilla sebagai Raja Liga Europa. Dengan koleksi enam trofi, Los Palanganas menjadi klub yang paling sering menjadi juara. Mereka mengungguli Liverpool, Atletico Madrid, Inter dan Juventus yang baru memenangi tiga kali atau setengahnya. Selamat! 


Share Tulisan Arif SP


Tulisan Lainnya

Daun-Daun Batu

#SASTRA - 13/11/2020 · 1 Menit Baca

Panglima Perang Soya-Soya

#SEJARAH - 10/11/2020 · 5 Menit Baca