× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Perahu Nelayan Pulang dari Ujung Bulan

Sajak Sabtu
Perahu Nelayan Pulang dari Ujung Bulan
Ilustrasi: Pixabay.

12/09/2020 · 3 Menit Baca

angin yang bertiup dari selatan
mungkin ia membawa kabar
tentang musim yang akan bertukar rupa

perahu-perahu nelayan
baru saja pulang dari ujung bulan
pagi ini menjadi pasak di atas sauh
yang selalu ingat
ke mana arus mengembara

aku rasa angin selatan
ingin mengantar nelayan
bertemu pelagis
yang mengarak ombak dari segala penjuru
ditapis kelepak sayap camar, sampai
riak pun terpaut diam
di ujung giop[1] 

kau mungkin belum pernah tahu
di sana, itu rindu paling membuncah
ditumpahkan saihu[2]
lalu lelaki berkaki laut itu
dengan mata elangnya
melempar doa-doa penakluk arus

Ibrahim Gibra
Ternate, 5 September 2020

[1] Perahu nelayan khas Maluku Utara yang dipakai untuk menangkap ikan julung
[2] Pemimpin kultural komunitas nelayan di Maluku Utara

  


berhala yutub

orang-orang sibuk menawarkan kebahagiaan
di mata kaca, cuma sejenak
tapi tolong, jangan lewatkan ini pinta, begitu
orang-orang meminta-minta

sesudah kau nonton
ini kegembiraan, jangan
jangan lupa bilang sukamu

sesudah kau baca
ini kesenangan, jangan
jangan lupa titip langganmu

sesudah kau suka
ini keriangan, jangan
jangan lupa tinggalkan jejakmu

tapi sebelum kau pergi
ini jualan, jangan
jangan lupa bunyikan lonceng
sebab aku ingin dikenal
agar duit mengenalku

Ibrahim Gibra
Ternate, 30 Agustus 2020



embun patah di jalan tol
:untuk Hurip Danu Ismadi

deru debu dari jalan yang bangkit
memanas gedung-gedung tanpa talang
dan kota mendaki dirinya dengan asap
yang tumbuh dari gegas

aku pulang ke dangau ibu
saat purnama tumpah di atas batu pantai
di kampungku, kota telah jauh pergi  

jalan tol yang selalu kita rapal
tempo hari, saban hari
masih memilin kata di atas semua
yang ditulis dalam senarai aksara

dari kampung kudengar kabar
itu senarai harus dijaga baik-baik
sebab ia merangkum warna-warni

tapi kudengar juga kabar dari kota
di jalan tol
embun didera deru matahari

Ibrahim Gibra
Ternate, 29 Agustus 2020

 


bastiong talangame
:untuk Irfan Ahmad

Di sini sauh bermalam
dalam abad laut. Orang-orang
suntuk melégo mimpinya
setelah tahu
di laut ini
ikan-ikan selalu saja
tergoda ujung kail

Di sini buritan
menjaga haluan. Orang-orang
berani menanam mimpinya
setelah tahu
di pulau ini
semerbak aroma cengkeh
meringkas dua samudra

Ibrahim Gibra
Ternate, 31 Agustus 2020



sehelai kata, rumbai ke pantai
              
sehelai kata
rumbai ke pantai
dan air
menjemputnya
menjadi arus

sehelai kata bermaujud pada arus
dan tubir menyapanya
dengan setangkai karang

sehelai kata menjadi sehamparan karang
kau mungkin tak yakin
ikan-ikan
beristana bahagia

Ibragim Gibra
Ternate, 6 September 2020



ketika tumpah rinduku bertemu pantai

setiap aku ke pantai, itu laut selalu
menghampiriku dengan kata-kata
dari cerita tentang rindu nelayan
pada anak istrinya

setiap aku ke pantai, itu laut selalu
mengirimku kata-kata
dari doa-doa nelayan
yang dipetik dari geliat arus

seperti sufi
tumpah rinduku di atas kerakal
dibungkus pasir
dikirim musim
lalu laut pergi ke dalam kata-kataku

Ibrahim Gibra
Ternate, 6 September 2020



Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com



Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Yusuf Abdulrahman di Mata Ngofa ma Jojo

#SOSOK - 21/10/2020 · 15 Menit Baca

Kami Ingin Orgasme Kalian Mau Apa?

#SASTRA - 21/10/2020 · 1 Menit Baca

Sebelas Martir

#ESAI - 12/10/2020 · 5 Menit Baca