× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Seperti Kesetiaan Ombak

Sajak Sabtu
Seperti Kesetiaan Ombak
Ilustrasi: Pixabay.

19/09/2020 · 3 Menit Baca

arus dan angin memang tak pernah meminta
tapi tidakkah kau tahu
kesungguhan itu
seperti ombak yang
tak jemu bertemu bebatu
dan pasir

kalaulah pantai suntuk
menunggu musim bertukar rupa
masihkah kau ragu
penantian itu seperti
cerita tentang usia
yang enggan menua

kalaulah di pantai
berbasah-basah bebatu dan pasir
itu karena ombak menunai janji
pada arus dan angin

Ibrahim Gibra
Ternate, 11 September 2020



seperti penantian pantai

kepada bebatu yang
menerima
gugur daun ketapang

kepada pasir yang
menjaga
sehelai daun capilong[1]
yang nyaris dibawa arus

kepada kerikil yang
menjemput musim berganti rupa
masihkah kau ragu tentang
kesetiaan pantai?

Ibrahim Gibra
Ternate, 15 September 2020



seperti keteguhan batu

kita tak pernah menghitung
berapa diam bebatu di pantai ini
tetapi musim menggulungnya
dalam pecah ombak
sesudah itu pulang ke laut

pasir yang datang kali ini
adalah bebatu di lain waktu

Ibrahim Gibra
Ternate, 18 September 2020



seperti keluasan pasir

kita tak pernah menghitung
berapa diam butir pasir di pantai ini
tetapi musim menghamparnya
dalam tarikan ombak
sesudah itu kembali ke laut

bebatu yang datang kali ini
adalah pasir di lain waktu

Ibrahim Gibra
Ternate, 18 September 2020



dan camar pun cemburu

doa-doa saihu[2], lelaki berkaki laut itu
mengantar masanae[3]
memetik ombak
boi-boi[4] mendiamkan arus
lalu ikan-ikan seperti serdadu
kehilangan senjata
sampai camar pun
tumpah cemburunya di ujung cadik

Ibrahim Gibra
Ternate, 7 September 2020



di kota ini silara sehelai daun
:untuk Atikah Solikhah

kotakotaku telah lama
memilin langit
dan di tanah ini silara sehelai daun 
yang dilipat sekeriput waktu

kotakotaku, di mana embun
kau simpan
sampai kawanku ini
bertanya tentang
daun-daun
yang menyaring debu

kotakotaku, ke mana hujan
kau surutkan
sampai temanku ini
mengira talangmu
telah kau gulung
dalam petang

kotakotaku, dari mana deru debu
kau gebu
sampai orang-orang
mengira embun
meyatim dalam deraumu

Ibrahim Gibra
Ternate, 13 September 2020



seperti kelomang mencari cangkang
:untuk Imam Buditomo

seperti kelomang mencari cangkang
sajak-sajakku
tak henti
mengembara makna

Ibrahim Gibra
Ternate, 11 September 2020


[1] Pohon nyamplung
[2] Pemimpin kultural komunitas nelayan Maluku Utara
[3] Awak perahu dalam komunitas nelayan Maluku Utara
[4] Awak khusus yang menebar umpan dengan rapalan jampi-jampi untuk memanggil ikan



Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Yusuf Abdulrahman di Mata Ngofa ma Jojo

#SOSOK - 21/10/2020 · 15 Menit Baca

Kami Ingin Orgasme Kalian Mau Apa?

#SASTRA - 21/10/2020 · 1 Menit Baca

Sebelas Martir

#ESAI - 12/10/2020 · 5 Menit Baca