× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Mengapa Ikan Enggan Menyambar Umpan

Sajak Sabtu
Mengapa Ikan Enggan Menyambar Umpan
Ilustrasi. Pixabay.

10/10/2020 · 3 Menit Baca

kutunggu terus ombak ke tepi arus
pada ujung setangkai angin
camar masih saja sibuk menepis riak
dan hari pun telah dihela matahari

tapi aku ingin bertanya, mengapa
ikan enggan menyambar umpanku?

padahal, kau mesti tahu
itu rindu nelayan tumpah di ujung kail
saat ikan-ikan menyambar umpan

tapi aku ingin bertanya, mengapa
ikan-ikan enggan datang ke tepi arus
kala bulan kecil memanjat langit?

padahal, kau mesti tahu
itu rindu nelayan pecah di seriak ombak
saat ikan-ikan menggelepar di ujung cadik
sampai laut pun tafakur

tapi aku ingin bertanya lagi, mengapa
kala bulan besar di pucuk langit
ikan-ikan enggan berdamai
dengan bujukan kail nelayan?

baru kutahu, kamu mesti tahu
pada bulan kecil memanjat langit
bulan besar di pucuk langit
bulan tersisa pulang ke kaki langit
saat itulah setangkai arus mengirim waok[1]
ke perjamuan karang-karang
dan ikan-ikan berpesta makan

itulah baru kutahu, kamu harus tahu
meski kail emas dikirim nelayan
ke tepi arus
ikan-ikan enggan tertipu

Ibrahim Gibra
Ternate, 4 Oktober 2020

 

bunga putih pohon kersen
:untuk Listin Wahyuni

[1]
di pematang sawah ini
jalan meringkas jarak
dan waktu mengulur rumbai daun
hingga tiba
itu bunga putih pohon kersen

[2]
saat musim bertukar rupa
orang-orang mungkin sudah lupa
kemarin kupu-kupu menanam benih 
dan pecah rindunya
pada buah marun meranum

[3]
di pematang sawah ini
anak-anak riang girang
dan kaki-kaki kecil itu
terjejak di ujung waktu
lalu bergetar lagi bunga putih pohon kersen
di lain musim

Ibrahim Gibra
Ternate, 27 September 2020



tentang Festival Sastra Gunung Bintan
:kepada Rida K. Liamsi

pena telah diasah dari segala penjuru
dan kata-kata ditulis
untuk meranum tamadun

hari ini
bersama pelangi yang melingkar
di layar perahu Jong
kata-kata meniti deru arus
supaya laut tetap mengarung
kabar tentang orang-orang yang
suntuk menjaga renjana

hari ini, telah dilarung
seratus kata
dari seratus pemulia kata
supaya kemudi melurus akal budi  

Ibrahim Gibra
Ternate, 25 September 2020

 


dayangku laut[2]
:kepada Rida K. Liamsi

ada tali lelaki tali perempuan
pada layar di kampungku
moyangku bilang
nau se buheka
mono lo mapino
di sana ia menerbangkan angin

tapi lautku tak lagi muda
dayangku laut
sayangku laut
arus tak bisa lagi
membaca ikan dan plastik

tapi lautku tak lagi muda
dayangku laut
sayangku laut
:adakah plastik rasa ikan?

Ibrahim Gibra
Ternate, 29 September 2020


[1] plankton dalam bahasa lokal di Maluku Utara yang diketahui nelayan tertentu

[2] Dari larik salah satu sajak Rida K. Liamsi yang dibacakan pada Festival Sastra Internasional Gunung Bintan, Kepulauan Riau, 24-27 September 2020.

 


Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com 


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Yusuf Abdulrahman di Mata Ngofa ma Jojo

#SOSOK - 21/10/2020 · 15 Menit Baca

Kami Ingin Orgasme Kalian Mau Apa?

#SASTRA - 21/10/2020 · 1 Menit Baca

Sebelas Martir

#ESAI - 12/10/2020 · 5 Menit Baca