× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Kami Ingin Orgasme Kalian Mau Apa?

Puisi
Kami Ingin Orgasme Kalian Mau Apa?
Ilustrasi: Mulut. Sumber: Geogle.

21/10/2020 · 1 Menit Baca

Kepada Lidah

Kepadamu,
permintaan kami sederhana,

bila kelak
kamu tak bisa menjadi lidah
janganlah kamu menjadi ludah

bila kelak
kamu tak bisa menjadi kaki
janganlah kamu menjadi daki

bila kelak
kamu tak bisa menjadi kembang
janganlah kamu menjadi kumbang

sebab kamu manusia, bukan kambing
yang cuma bisa teriak, meeeeeeeeeee.

Morotai, 2020.



Kami Ingin Orgasme Kalian Mau Apa?

Kata siapa kami tidak saling mencintai? Kami tidak mungkin bercinta kalau tidak didasari syahwat dan nafsu. Apakah undang-undang cipta kerja belum bisa menjadi bukti cinta kami? Janganlah mencurigai kami terlalu berlebihan! Sebab kamu tahu, di antara kami tidak ada yang pelakor. Kami hanya sepasang syahwat yang sama-sama sedang bernafsu, yang sama-sama ingin orgasme. Ya, dan pada malam itu, dari saling meraba sampai saling meremas, akhirnya kami sampai pada puncak kenikmatan yang sejak lama kami cari. Dan kamu terlalu kecil untuk mengerti, nikmatnya orgasme saat orang-orang sedang lelap. Kamu mau tahu? Pada malam itu, desah kami dengan bebas terbang ke mana-mana. Apakah sudah sampai padamu? Jika sudah, nikmatilah! Meski perih, meski pedih.

2020.




Ibu Kira

I/
Ibu kira
yang Ibu lahirkan waktu itu Pertiwi,
ternyata Pertowo.

Ibu kira
yang Ibu lahirkan waktu itu
Saleh dan Salihah, ternyata Sarlota dan Salese.

II/
Rakyat adalah ibu,
dewan-dewan itu lahir dari rahimnya
celakalah mereka yang durhaka kepada ibunya.

2020.



Penguasa

Penguasa saya
selain ganteng-ganteng
mereka juga cantik-cantik
selain keras-keras,
mereka juga cengeng-cengeng
makanya, meski salah,
mereka tidak mau dikritik,
mereka cuma mau disayang-sayang
duh, manjanya.

2020.



Kepada yang Katanya Orang Kota

Di antara kita
tidak ada yang benar-benar orang kota
hanya saja
kami tetap merasa diri orang kampung
karena tahu dari mana kami berasal
sementara kalian merasa diri orang kota
karena lupa dari mana kalian berasal.

2020.



Halmahera

Halmahera adalah ibu
yang tidak hanya menyusui kami
tapi juga kota
yang kamu anggap sebagai kotamu
kota yang kamu bilang kamu cinta
tapi kamu tidak tahu apa yang dibutuhkannya
kota yang kamu bilang kamu cinta,
tapi kamu tidak tahu apa yang hilang darinya.

2020.


Share Tulisan Abi N. Bayan


Tulisan Lainnya

Waria Kampung Duri di Tengah Pandemi

#SOSOK - 28/11/2020 · 15 Menit Baca

Sedang Tuhan Terus Merenangkan Ikan

#SASTRA - 28/11/2020 · 3 Menit Baca