× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Sedang Tuhan Terus Merenangkan Ikan

Sajak Sabtu
Sedang Tuhan Terus Merenangkan Ikan
Ilustrasi: natgeo.

28/11/2020 · 3 Menit Baca

:catatan kecil untuk hari ikan nasional

laut
palung
dan sehelai arus
memeram plankton

di bawah cahaya bulan
ikan-ikan girang
di teras karang

bukan hari dari matahari
tapi bulan adalah teman
yang menjaga arus

rasa asin
likur ombak
pada karang yang diam
ikan-ikan tak henti
menari 

laut
palung
dan sehelai arus
memeram plankton

masihkah kau abai
tentang karang yang patah?
tentang laut yang luka? 

sedang Tuhan terus
merenangkan ikan-ikan

Ibrahim Gibra
21 November 2020 


angin timur

kulihat angin 
dari timur

daun-daun ketapang
daun-daun nyamplung
berjuntai 
merimbun angin

perahu-perahu bangkit
menuju laut
ia menuntun rindu nelayan
yang tumpah ruah
di ujung setangkai arus

angin timur
angin yang datang
bersama matahari baru

pada umpan yang tersisa
dari segala rindunya
kail nelayan tak henti
membujuk ikan-ikan

Ibrahim Gibra
21 November 2020



seuntai usia yang mengingat lupa
:untuk Waty MT

dan angka-angka yang 
menyimpan usia
adalah jejak yang selalu
berkabar tentang
lupa dan ingat

saat hari lahir berulang
usia datang kembali
berkabar tentang 
berapa kali ingat yang dilupa
berapa lama lupa yang diingat

pada angka yang
terus bertukar rupa
usia terus bergegas  

Ibrahim Gibra
26 November 2020



Apel Malang

batu yang bukan
dari batu
tapi bukit-bukit hijau itu
telah lama mengirim apel
dan kedai-kedai hijau muda  
mendulang untung

Ibrahim Gibra
12 November 2020

 


hari ini hari apa

bukankah 
pergantian hari hanyalah 
soal waktu? 

mungkin kita menerima 
sebagai datang dan perginya 
matahari yang sama
sedang hari 
berbeda dalam jiwa 

berapa banyak tanggal 
tersimpan dalam hari 
berapa banyak hari telah pergi  
berapa banyak lagi hari 
yang kau inginkan

tapi hari ini  
hari yang ada dalam jiwa
sedang waktu adalah 
sapuan kuas yang melukis 
jejak kita
  
Ibrahim Gibra
30 Oktober 2020

 


kita mengira

di negeri yang konon
mau belajar berbeda
kemarahan sedang dibiakkan

di negeri yang konon
mencintai warna-warni
kedakuan sedang diperam

tak sejalan laku dan pikir
padahal kita eja demokrasi 
hingga huruf terakhir
dengan mulut berbusa-busa

kita mengira berdialog
padahal sedang merayakan monolog

kita mengira berkita 
padahal sedang berkami

Ibrahim Gibra
16 Oktober 2020
 


Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Cerita

#ESAI - 18/01/2021 · 3 Menit Baca

Cameo

#ESAI - 18/01/2021 · 3 Menit Baca