× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Di Dodoku itu Waktu Menua

Sajak Sabtu
Di Dodoku itu Waktu Menua
Ilustrasi: Pixabay.

19/12/2020 · 1 Menit Baca

:untuk Jewu

di kota ini
hujan baru saja reda

jembatan bambu yang 
ringkih

saat embun dipinang
matahari pagi
ini rindu tumpah

nyaris aku tergelincir
dan kau cuma bilang:
jangan sampai jatuh hanyut

di kota ini
hujan baru saja reda
dan di dodoku1 itu
waktu sudah menua

Ibrahim Gibra
13 Desember 2020

1Bahasa-bahasa lokal di Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk jembatan kecil yang terbuat dari bambu atau papan.

 

kaki yang melupa sendal

angkuh di atas tipis sendal
adalah kaki yang melupa diri

itu kusut-kusut sendal
adalah jejak congkak kaki

sampai sendal pun pergi
meyatimkan kaki

barulah kaki kelu
tersebab duri di jalan
telah membuka aibnya

Ibrahim Gibra
11 Desember 2020

 

tak bilang sayang
tak bilang cinta

tak bilang sayang tapi
cintamu seperti
bunga yang menjaga putik

tak bilang cinta tapi
sayangmu seperti daun
yang mengandung embun

sayang dan cinta 
seperti saudara kembar
yang terbakar habis
dalam getar daun yang
ditinggal kupu-kupu

Ibrahim Gibra
12 Desember 2020

 

mata air danowudu
:untuk Rine

air yang tumpah
di atas batu itu
memecah rindu yang
mengalir sepanjang waktu

lekuk sungai purba
tak henti berderu arus
sampai kotamu 
melupa dahaga

Ibrahim Gibra
8 Desember 2020

 


sajak kata

kata
dari segala kata
sudah lama

tapi pagi ini
kata-kata itu
berkabar tentang
embun yang bergegas
tersebab dipinang
matahari

Ibrahim Gibra
8 Desember 2020

 

seutas usia yang tak melupa waktu

pada rumbai
bunga-bunga di sisi
gedung kampus

sepanjang selasar
tak kulupa di mana
kupu-kupu berdenyar
sayapnya

sudah lama
dan waktu pun 
mengirim kita
ke simpang yang tumpang

ke manakah gugur daun
yang ditingkap
angin silara?

Ibrahim Gibra
7 Desember 2020


Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Cerita

#ESAI - 18/01/2021 · 3 Menit Baca

Cameo

#ESAI - 18/01/2021 · 3 Menit Baca