× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Iya, Ini Musim Hujan

Sajak Sabtu
Iya, Ini Musim Hujan
Ilustrasi: Pixabay.

09/01/2021 · 1 Menit Baca

:untuk Dinda Je

selimut sore yang kau lipat rapi
bersama hujan
tak bisa menyimpan deru rindu
karena cinta memang tak cukup
hanya tumbuh dengan kata-kata

tapi tetap saja kau bilang
iya, ini hujan sedang bemusim
di awal tahun
menyambung pesan hujan
di akhir tahun

lalu selimut sore
kembali kau geraikan
di balik tirai yang
sudah lama menahan
hujan di dada ini

Ibrahim Gibra
6 Januari 2021

 


perempuan yang selalu memungut 
daun silara di pagi hari

perempuan itu selalu 
memungut gugur daun 
di pagi hari di pekarangannya

saban hari

sampai ia menemukan
sehelai daun kering pergi
meninggalkan tangkainya
karena pohon sedang 
berjanji pada tunas  

daun-daun yang gugur semalam
hingga pagi ini
adalah cara Tuhan berbicara
kepada perempuan itu
tentang yang gugur
dan yang berpucuk

Ibrahim Gibra
7 Januari 2021
 


mesin waktu

setiap kali kau
ingin memutar 
jarum jam tua
maka waktu dengan jujur
menulis jejakmu
dalam kisah

dan masa lalu adalah
cermin silara yang
kau bawa ke masa depan

Ibrahim Gibra
9 Desember 2020

 

pergi ke barat

kota-kota tumbuh
menjadi tiang-tiang langit
melupakan tanah yang
meninggikannya

sampai tak ada lagi
langit dan
kota-kota menanam diri
ke dalam tanah

Ibrahim Gibra
30 Desember 2020


Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com
 


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Cerita

#ESAI - 18/01/2021 · 3 Menit Baca

Cameo

#ESAI - 18/01/2021 · 3 Menit Baca