× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#OLAHRAGA

Bola Mati Kandaskan Mimpi Indonesia

Garuda Muda tidak hanya kalah, tetapi juga untuk kali pertama tak mampu menjebol gawang lawan.

Freelancer
Bola Mati Kandaskan Mimpi Indonesia
Foto: PSSI

11/12/2019 · 1 Menit Baca

Timnas Indonesia U-22 harus puas dengan medali perak setelah kalah telak 0-3 dari Vietnam U-22 pada laga final cabang sepak bola SEA Games 2019 di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12/2019) malam WIB. Harapan Indonesia mengulang sejarah tahun 1991 saat meraih emas di tempat yang sama sirna.

Sebelum laga final, Indonesia telah menunggu 28 tahun untuk kembali merebut medali emas cabang sepakbola Pesta Olahraga negara-negara Asia Tenggara. Eforia kemenangan di Rizal Memorial Stadium telah digaungkan sejak fase grup untuk memompa semangat Garuda Muda.  

Tim asuhan pelatih Indra Sjafri menatap final dengan optimisme tinggi, namun hasil di lapangan tidak sesuai harapan, Timnas Indonesia U-22 takluk dari Vietnam dengan kebobolan tiga gol tanpa mampu membalas. Ini merupakan kekalahah kedua Timnas Indonesia U-22 dari Vietnam setelah tumbang 1-2 di fase grup.

Dua gol Doan Van Hau dan satu gol Do Hung Dung mengubur harapan Indonesia U-22. Garuda Muda gagal mengulang sejarah kemenangan di Rizal Memorial Stadium. 

Sebenarnya secara statistik, Timnas Indonesia U-22 unggul jauh dalam penguasaan bola, 65:35 persen. Namun angka itu menjadi tidak berarti karena selama 90 menit, Timnas Indonesia U-22 gagal membobol gawang Vietnam. 

Terlepas dari cedera Evan Dimas yang harus ditarik keluar dan Egy Maulana Vikri yang bisa menjadi starter, permainan Timnas Indonesia U-22 memang sulit berkembang. Pressing ketat pemain Vietnam di area pertahanan menutup pergerakan Witan Sulaiman dan Saddil Ramdani yang menyisir sayap sehingga aliran bola ke Osvaldo Haay sangat minim.

Garuda Muda hanya mampu membuat 4 percobaan dengan 2 diantaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Timnas Vietnam U-22 bermain lebih efektif dengan menciptakan 8 peluang, 4 di antaranya on target. Dari 4 peluang on target itu, 3 menjadi gol. 

Salah satu penyebab kekalahan Timnas Indonesia U-22 karena tidak mampu mengantisipasi set piece Vietnam. Tim Garuda muda seolah mengulang kesalahan yang sama di fase grup saat dikalahkan Vietnam 1-2.  Pada laga itu, gol penyeimbang Vietnam di menit ke-64 lahir dari set piece. Nguyen Tanh Chung menanduk bola hasil sepak pojok untuk menjebol gawang Nadeo Argawinata.  

Kelebihan Vietnam ini sebenarnya sudah diwaspadai dan diantisipasi pelatih Indra Sjafri sebelum pertandingan, namun gawang Nadeo tetap kebobolan dengan cara seperti itu.  Dua dari tiga gol Vietnam yang dicetak Doan Van Hau di final lahir dari set piece.

Gol pertama Vietnam berawal dari tendangan bebas Do Hung Dung yang disambut dengan tandukan Doan Van Hau untuk menjebol gawang Nadeo di menit ke-39. Dengen skema yang hampir sama, Doan Van Hau mencetak gol keduanya. Tendangan bebas Vietnam dapat ditepis Nadeo, tapi bola liar disambar Doan Van Hau. 

Sementara, Timnas Indonesia U-22 hanya menciptakan dua peluang matang lewat Egy Maulana Vikri yang masuk sebagai pemain pengganti dan Muhammad Rafli di menit akhir laga. Namun dua peluang itu gagal dikonversi menjadi gol. 

Kekalahan ini terasa menyesakkan. Garuda Muda tidak hanya kalah, tetapi juga untuk kali pertama tak mampu menjebol gawang lawan. Sepanjang penyisihan grup hingga semifinal, Timnas Indonesia U-22 tak penah absen mencetak gol, bahkan saat kalah 1-2 dari Vietnam di fase grup. 

Sepanjang perhelatan SEA Games, Indonesia baru dua kali meraih medali emas yakni pada 1987 dengan mengalahkan Malaysia dan 1991 setelah menumbangkan Thailand. Total Indonesia telah tujuh kali melangkah ke final cabang sepak bola SEA Games dengan raihan 2 emas dan 5 perak. Kapan Indonresia bisa kembali meraih emas SEA Games?


Share Tulisan Arif SP


Tulisan Lainnya

Daun-Daun Batu

#SASTRA - 13/11/2020 · 1 Menit Baca

Panglima Perang Soya-Soya

#SEJARAH - 10/11/2020 · 5 Menit Baca