× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#OLAHRAGA

Pertaruhan Besar Don Carletto di Goodison Park

Carlo Ancelotti kembali ke Goodison Park bukan untuk meratapi kenangan buruk.

Freelancer
Pertaruhan Besar Don Carletto di Goodison Park
Foter

24/12/2019 · 1 Menit Baca

Delapan tahun lalu, Carlo Ancelotti harus menelan pil pahit di Goodison Park. Kekalahan 0-1 Chelsea dari Everton pada laga terakhir Liga Premier musim 2010-11 juga menjadi akhir karinya sebagai manajer The Blues.

Trofi Liga Inggris yang dipersembahkannya pada musim 2009-10 di Chelsea tak mampu menyelamatkan Ancelotti dari pemecatan. Suka tidak suka, Ancelotti akhirnya meninggalkan Stamford Bridge pada Mei 2011.  

Kini Ancelotti kembali ke markas Everton, bukan untuk bernostalgia atau meratapi kenangan buruk, tetapi menjadi bos baru The Toffees. Everton telah resmi mengumumkan Don Carletto sebagai manajer baru klub Merseyside pada Sabtu (21/12/2019).

Eks pelatih Napoli itu menggantikan Marco Silva yang dipecat awal Desember 2019, menyusul performa buruk Everton di Liga Premier. Jika tak ada halangan, Ancelotti akan menukangi Everton hingga 4,5 tahun ke depan. 

Keputusan Ancelotti menerima pinangan Everton terbilang mengejutkan. Banyak pandit yang berpikir, Ancelotti akan berlabuh ke Arsenal karena saat itu The Gunners memang sedang mencari manajer mumpuni pengganti Unai Emery yang didepak dari Etihad Stadium. 

Selain itu, Ancelotti adalah sosok yang lebih dikenal akrab dengan tim besar. Sebut saja Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid dan Bayern Munich. 

Sejauh ini Ancelotti telah mengoleksi 15 gelar, termasuk 3 trofi Liga Champions. Everton menjadi klub Inggris kedua tempat berlabuh Ancelotti. Sebelumnya, dia pernah melatih Chelsea pada periode 2009-2011 dan memenangi masing-masing satu gelar Liga Premier dan Piala FA.

Lalu, apa sebenarnya alasan Ancelotti? Dilansir BBC, Ancelotti mengungkapkan alasan dirinya menerima tawaran yang mungkin dinilai tak masuk akal. Menurut manajer asal Italia itu, dirinya merasa tertantang dengan visi Everton yang ingin bangkit dari keterpurukan untuk meraih gelar. 

Apapun motivasi Ancelotti, tugas berat telah menanti di depan mata. Publik Goodison Park tentu menginginkan sentuhan dan visi Ancelotti bisa membawa Everton melangkah sejauh-jauhnya, bahkan diperhitungkan di Liga Premier. 

Namun jelas itu bukan pekerjaan mudah. Everton sudah lama atau bahkan sudah lupa cara memenangi gelar. Terakhir kali, mereka mengangkat trofi saat menjuarai Piala FA tahun 1995 atau seperempat abad silam.

Di satu sisi, menerima tawaran Everton mungkin menjadi cara Ancelotti untuk membuktikan dirinya tidak alergi dengan tim medioker. Namun di sisi lain, dia harus membuktikan pertaruhannya itu dengan membawa Everton mengakhiri puasa gelar meski bukan memenangi trofi utama. 

Musim ini, peluang Everton meraih trofi hanya tinggal tersisa di ajang Piala FA. Itu pun tidak akan mudah karena mereka sudah harus berjumpa Liverpool di babak 32 besar di Anfield, awal tahun 2020. 

Dua peluang Everton di Liga Premier dan Piala Liga Inggris sudah kandas. Target realistis Everton di paruh kedua adalah memperbaiki posisi di papan klasemen. Barulah di musim depan, Ancelotti punya kesempatan untuk membuktikan keputusannya memilih Everton bukan sebuah kesalahan. 


Share Tulisan Arif SP


Tulisan Lainnya

Waria Kampung Duri di Tengah Pandemi

#SOSOK - 28/11/2020 · 15 Menit Baca

Sedang Tuhan Terus Merenangkan Ikan

#SASTRA - 28/11/2020 · 3 Menit Baca